GMediaPost.com,BOLMONG-Maraknya aksi premanisme dan konflik antar kampung (Tarkam) di Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), semakin menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Direktur Intelijen Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Andi J. Riyadhi, minta agar TNI-Polri menggelar operasi gabungan untuk menertibkan aksi premanisme di wilayah tersebut.
Menurut Andi J. Riyadhi, situasi ini mengingatkan pada masa dulu ketika operasi besar-besaran pernah dilakukan di Dumoga untuk memberantas premanisme yang merajalela.
“Dulu pernah ada operasi gabungan berskala besar di Dumoga untuk memberantas aksi premanisme karena sering terjadi perkelahian dan konflik antar kelompok. Kami meminta agar langkah serupa kembali dilakukan demi menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujar Andi, Minggu (2/2/2025).
Beberapa waktu terakhir, aksi kriminal dan kekerasan di Dumoga kembali meningkat. Puncaknya terjadi pada Jumat, 30 Januari 2025, ketika konflik antar warga Desa Modomang dan Desa Dumoga berujung pada penembakan seorang anggota kepolisian yang tengah berupaya meredam bentrokan.
Korban, Briptu Moh Daffa Pratama Abdjul, mengalami luka tembak akibat senjata angin berkaliber 8mm dan kini masih menjalani perawatan
Polres Bolmong telah mengamankan dua terduga pelaku, yakni,Frenli Feri Pontoh (37), warga Desa Dumoga IV,Richo Nofdi Simbala (29), warga Desa Dumoga III,Keduanya kini menjalani proses hukum lebih lanjut
Melihat kondisi ini, LAKRI menilai bahwa kehadiran aparat keamanan dalam skala besar sangat diperlukan. TNI-Polri diminta untuk menggelar operasi gabungan serta mencegah konflik serupa terjadi di masa mendatang.
Selain itu, Andi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan keamanan, termasuk dengan melaporkan setiap potensi gangguan Kamtibmas kepada pihak berwenang.(Gunawan S.Mamonto)






















