GMediaPost.com,BOLTIM Sulawesi Utara -Pemerintah terus berupaya menurunkan angka stunting secara nasional. Berdasarkan hasil survei Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting tercatat sebesar 30% pada tahun 2022, dan berhasil turun menjadi 28,4% di tahun 2023.
Namun hingga Juni 2025, data resmi untuk prevalensi stunting tahun 2024 belum dirilis sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan. Di Provinsi Sulawesi Utara, tercatat sudah 13 kabupaten/kota yang menerima hasil survei, namun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Minahasa Tenggara (Mitra) masih menunggu rilis resmi tersebut.
Meski belum memperoleh data terbaru, Dinas Kesehatan Boltim tidak tinggal diam. Saat ini, fokus diarahkan pada program Intervensi Gizi Serentak (IGS) yang dilaksanakan sepanjang bulan Juni sebagai langkah nyata dalam menekan angka stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Boltim dr. Minarni Manoppo, M.Kes., melalui Agung Firel Palandi, menyampaikan bahwa program IGS ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, hingga pemantauan pertumbuhan balita di seluruh wilayah Boltim.
“Walau data belum keluar, kita tidak menunggu. Kita terus bergerak dengan program terintegrasi agar target penurunan stunting bisa tercapai sesuai arahan pemerintah pusat,” ujar Agung, Kamis (5/6/2025).
Pemerintah Kabupaten Boltim tetap menunjukkan komitmennya dalam mendukung target nasional, yakni menurunkan prevalensi stunting menjadi di bawah 14% pada tahun 2029, sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.
(Gunawan)






















