GMdiaPost.com,BOLTIM-Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai menghangat.
Salah satu figur yang menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi tersebut adalah Serfi Kaat. Keseriusannya maju sebagai calon kepala desa semakin menguat setelah mendapat dukungan dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI).
Direktur Intelijen LAKRI, Andi J. Riyadhy, mengatakan dukungan tersebut diberikan karena pihaknya menilai pentingnya menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami melihat Desa Kotabunan Selatan membutuhkan tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan APBDes harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui sekaligus ikut mengawasi penggunaannya,” ujar Andi J. Riyadhy,”Senin (28/9/2026)
Menurutnya, keterbukaan dalam pengelolaan anggaran desa merupakan salah satu instrumen penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran serta memastikan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dukungan tersebut mendapat respons positif dari Serfi Kaat. Ia menyampaikan apresiasi dan menilai dukungan itu sebagai sebuah amanah sekaligus tanggung jawab moral apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.
“Dukungan ini bagi saya bukan sekadar dukungan politik, tetapi juga amanah dan tanggung jawab. Jika masyarakat memberikan kepercayaan, saya ingin membangun pemerintahan desa yang transparan, akuntabel dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan,” tegas Serfi Kaat.
Serfi Kaat juga menyampaikan sejumlah gagasan yang akan menjadi perhatian apabila dirinya dipercaya memimpin Desa Kotabunan Selatan.Di antaranya transparansi dan digitalisasi APBDes, dengan membuka informasi mengenai program dan penggunaan anggaran desa melalui papan informasi maupun media digital yang mudah diakses masyarakat.
Kemudian pelayanan publik yang transparan dan bebas pungutan liar, dengan mendorong pelayanan administrasi desa yang sederhana, cepat dan sesuai ketentuan.
Selain itu, Serfi Kaat juga menekankan pentingnya penguatan Musyawarah Desa dan partisipasi masyarakat, sehingga warga tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut dilibatkan dalam menentukan program dan mengawasi pelaksanaannya.
Ia mengatakan, pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pemuda, pelaku UMKM dan berbagai unsur lainnya diperlukan agar potensi Desa Kotabunan Selatan dapat dikembangkan secara maksimal.
“Desa ini memiliki banyak potensi. Karena itu, masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan. Pemerintah desa harus hadir untuk melayani, bukan hanya untuk menjalankan administrasi,” ujarnya.
Sementara itu, dinamika Pilkades Kotabunan Selatan diperkirakan akan semakin berkembang seiring munculnya sejumlah figur yang mulai menyatakan kesiapan untuk maju.
Masyarakat pun diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan Pilkades secara demokratis serta menilai setiap kandidat berdasarkan visi, program dan rekam jejak masing-masing.
Dengan mengusung gagasan transparansi, pelayanan publik dan partisipasi masyarakat, Serfi Kaat menyatakan siap membawa gagasan tersebut ke tengah masyarakat Desa Kotabunan Selatan.(***)






















