GMediaPost.com, Sulawesi Utara-Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memberikan dukungan penuh dan tanpa syarat terhadap langkah tegas Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.S.T., S.H., M.Si., M.Mar.Eng., yang mengambil tindakan cepat dengan memasang police line di area Tambang Tobongon diduga pasca konflik yang terjadi di lokasi tersebut.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APRI Boltim, Hendra Abarang, S.Hut, menilai keputusan Kapolres Boltim tersebut menunjukkan sikap tegas, profesional, dan berani menegakkan hukum demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Boltim.
“Kami menilai langkah Kapolres Boltim merupakan tindakan yang sangat tepat. Beliau menunjukkan ketegasan dan kepemimpinan yang kuat dalam menjaga stabilitas daerah. Penegakan hukum seperti ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk kami para penambang rakyat,” tegas Hendra Abarang.
Ia menambahkan, tindakan cepat Kapolres merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menangani persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik antar penambang.
“Tidak boleh ada pihak yang mengabaikan aturan hukum atau mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah prioritas utama, dan langkah Kapolres Boltim sudah sangat tepat serta patut diapresiasi,” lanjut Hendra.
Lebih jauh, Hendra mengingatkan bahwa APRI hadir untuk melindungi penambang rakyat lokal, agar mereka tetap dapat bekerja secara aman dan legal tanpa tekanan dari pihak luar. Ia menegaskan bahwa konflik di dua titik lokasi tambang di Tobongon tidak boleh dibiarkan meluas, karena dapat mengganggu aktivitas para penambang kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
“Kami tidak ingin dua titik yang bertikai ini berimbas pada lokasi-lokasi tambang rakyat lainnya. Jangan sampai akibat ulah segelintir oknum, para penambang kecil yang bekerja dengan damai justru menjadi korban. Para penambang adalah pahlawan keluarga di lapangan,” ujarnya.
Untuk menjaga situasi tetap aman dan terkendali, APRI Boltim mengusulkan agar pihak keamanan membangun pos pengawasan (security post) di pintu masuk kawasan tambang Tobongon.
“Kami meminta agar dibangun pos keamanan di area pintu masuk Tambang Tobongon untuk memudahkan pengawasan arus keluar-masuk pekerja. Selain itu, kami menegaskan larangan keras membawa minuman keras dan senjata tajam ke lokasi tambang. Disiplin dan keamanan adalah kunci utama,” tegas Hendra.
Ia juga menyoroti adanya pihak-pihak yang dianggap telah mencederai kesepakatan damai pada 25 Agustus 2025 di Mapolres Boltim. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi selain penutupan permanen bagi aktivitas yang melanggar kesepakatan tersebut, demi keamanan bersama,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Hendra kembali mengimbau seluruh penambang rakyat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mendukung langkah hukum yang sedang diambil Kapolres Boltim.
“Kami mengimbau seluruh penambang rakyat agar menghormati proses hukum dan tidak terpengaruh pihak-pihak yang ingin memperkeruh keadaan. Mari kita dukung penuh Kapolres Boltim dalam menciptakan tambang yang tertib, aman, dan sesuai aturan,” tutup Hendra Abarang.






















