Dinas Ketahanan Pangan Boltim Dinilai Lambat Salurkan Sembako Tahap Dua

Kamis, 25 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto-Istimewa)

(Foto-Istimewa)

GmediaPost.co.id,BOLTIM-Meski penyebaran Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir, namun penerapan New Normal atau tatanan normal baru di beberapa daerah di Indonesia sudah mulai diterapkan. Salah satunya yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim)

Saat ini warga sudah mulai beraktifitas normal seperti biasa. Pasar tradisional dibuka kembali, aktifitas sekolah telah berjalan, bahkan masyarakat sudah kembali dengan kesibukan pekerjaan keseharianya masing-masing. Itu artinya, hidup new normal telah dijalani oleh sebagian besar warga Boltim.

Namun yang menjadi pertanyaan, paket sembako atau hak rakyat tahap dua yang disediakan oleh Bupati Boltim Sehan Landjar, sampai saat ini tak juga kunjung disalurkan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) BoltimIsmail Mokodompit, mewakili warga Boltim mengaku sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boltim.

Pasalnya menurut dia, DKP dinilai lambat dalam membagikan paket sembako atau bantuan pangan kepada warga yang terkena imbas Covid-19.“Harusnya Dinas Pangan lebih siap, sigap, dan bergerak cepat, dan tidak boleh lambat. Keterlambatan gerak lambat Dinas saat ini, dinilai telah berakibat pada tertundanya pemenuhan hak rakyat, “ tegas Ismail.

Bahkan menurut dia, yang awalnya Bantuan Sosial Tunai (BST) penyalurannya lambat, kini penyaluran BST sudah masuk tahap tiga.“Harusnya sembako tidak boleh dibiarkan menumpuk lama di gudang atau BPU Tutuyan karena bisa jadi makanan tikus. Harus segera didistribusikan karena masyarakat sekarang sudah mulai hidup normal, “ ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boltim Kissman Mamonto mengatakan, penyaluran sembako untuk tahap kedua sudah bisa dilakukan dalam minggu ini. Namun, kecepatan penyaluran bergantung dari data yang dimasukkan oleh pihak desa.

“Sebagian besar desa-desa sudah masukan data, namun masih ada juga desa melakukan perbaikan data. Jadi kami tunggu data semua desa masuk baru disalurkan serentak, “ kata Kissman.

“Untuk menyalurkan tahap dua juga perlu dilengkapi dengan SPJ tahap satu. Kami berharap soal data dan SPJ cepat selesai supaya penyaluran sembako untuk tahap kedua ini segera dilakukan, “ ujarnya.

(GM)

Berita Terkait

Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Pakpahan Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Program Jumat Keliling
Kasat Resnarkoba Polres Boltim Harun Pangalima Serahkan Empat Tersangka dan Barang Bukti ke JPU Kejari Kotamobagu
Balik Rencana Penutupan Tambang Sungai Paret, Ada Air Mata Warga yang Berjuang untuk Hidup
Kasat Reskrim Boltim Iptu Steven Leonard Rumapea Ucapkan Selamat HUT ke-50 Kapolres
Didukung LAKRI, Serfi Kaat Semakin kuat  Maju dalam Pilkades Kotabunan Selatan
PT ASA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting di Desa Lingkar Tambang
Dukungan Menguat, Serfi Kaat  Bakal Menang 100 persen di Kotabunan Selatan
PT ASA, Warga kecamatan Kotabunan Bisa Akses Dokter Spesialis Gratis

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Pakpahan Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Program Jumat Keliling

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WITA

Kasat Resnarkoba Polres Boltim Harun Pangalima Serahkan Empat Tersangka dan Barang Bukti ke JPU Kejari Kotamobagu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:46 WITA

Balik Rencana Penutupan Tambang Sungai Paret, Ada Air Mata Warga yang Berjuang untuk Hidup

Selasa, 29 September 2026 - 00:31 WITA

Didukung LAKRI, Serfi Kaat Semakin kuat  Maju dalam Pilkades Kotabunan Selatan

Jumat, 25 September 2026 - 00:21 WITA

PT ASA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting di Desa Lingkar Tambang

Berita Terbaru