GMediaPost.com,BOLTIM Sulawesi Utara -Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Pemkab Boltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memberikan klarifikasi resmi terkait isu keterlambatan honor serta persoalan distribusi air bersih di wilayah Kotabunan dan Bulawan.
Kepala Dinas PUPR Boltim, Harris Pratama Sumanta, ST, melalui Kepala UPTD SPAM, Winanda Modeong, ST, menegaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Kami perlu meluruskan beberapa hal yang berkembang agar masyarakat tidak disesatkan oleh informasi yang tidak akurat,” ujar Winanda saat dikonfirmasi, Selasa (3/6/2025).
Berikut poin-poin klarifikasi resmi Dinas PUPR Boltim:
1. Tidak Benar Terjadi Keterlambatan Pembayaran Honor Petugas SPAM
Dijelaskan bahwa pada tahun 2025 tidak ada pengangkatan petugas SPAM. Dengan demikian, secara administratif tidak terdapat kewajiban pembayaran honorarium kepada pihak mana pun dalam kapasitas sebagai petugas SPAM untuk tahun ini.
“Pihak yang mengaku belum menerima honor bukanlah petugas SPAM resmi di tahun 2025,” tegas Winanda.
2. Status Petugas Tidak Diperpanjang karena Aturan Baru
Penghentian tenaga kontrak disebabkan oleh pemberlakuan aturan nasional mengenai pengangkatan pegawai non-ASN/THL. Aturan ini mengharuskan setiap instansi untuk menyesuaikan struktur kepegawaian dalam rangka efisiensi dan penataan SDM di lingkungan pemerintahan.
3. Layanan Air Bersih Kini Telah Kembali Normal
Terkait keluhan distribusi air, pihak UPTD SPAM mengungkapkan bahwa perbaikan teknis telah dilakukan sejak awal gangguan, dan per Selasa pagi (3/6/2025) aliran air di sebagian besar wilayah terdampak, terutama Kotabunan dan Bulawan, sudah kembali normal.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu yang belum terverifikasi dan tetap menjaga fasilitas SPAM bersama-sama,” imbau Winanda.
Dinas PU Boltim menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih, dan akan terus bekerja cepat menyelesaikan setiap kendala teknis yang terjadi di lapangan.
(Gunawan)






















