GMediaPost.com, Sulawesi Utara -Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Satuan Reserse Narkoba terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim),AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.S.T., S.H., M.Si., M.Mar.Eng.,melalui Kasat Resnarkoba Polres Boltim, IPTU Harun K. Pangalima, S.H., M.H., melaksanakan sosialisasi pencegahan narkoba yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur, Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan, Kamis (29/01/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bolmong Timur dengan mengusung tema “Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Menuju Keluarga Indonesia Sehat, Sejahtera, Harmonis Tanpa Narkoba”. Sosialisasi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekda Kabupaten Bolmong Timur Moh. Iksan Pangalima, S.Pi., M.A.P., Asisten III Bidang Administrasi Umum Hardiman Pasambuna, S.H., Kapolsek Tutuyan IPDA Reinhard Kaingat, S.H. mewakili Kapolres Bolmong Timur AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., Danramil Kotabunan Peltu Junil Tehalu, para kepala perangkat daerah, camat dan sangadi se-Kabupaten Bolmong Timur, pengurus TP-PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pemaparannya, IPTU Harun K. Pangalima menjelaskan pengertian narkoba yang meliputi narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya, beserta contoh-contoh yang kerap ditemukan di lingkungan masyarakat. Ia juga menyoroti faktor utama penyalahgunaan narkoba, seperti pengaruh pergaulan bebas, lemahnya pengawasan keluarga, tekanan ekonomi, serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan penggunanya, tetapi juga berdampak luas pada kehidupan sosial, ekonomi, serta masa depan generasi muda. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat,” tegas IPTU Harun.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran narkoba. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.30 Wita dalam keadaan aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.






















