Tahun 2023 Tinggal Dua Jenis Pupuk Disubsidi Bahan Baku Melonjak

Rabu, 28 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


GMEDIAPOST.COM,BOLTIM-Akibat kenaikan bahan baku terjadi secara signifikan, dan anggaran subsidi tidak mengalami penambahan, maka dilakukan pembatasan atas bahan dan barang bersubsidi, termasuk pupuk untuk tanaman.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Mat Sunardi, ia mengatakan, bahwa Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru terkait jenis pupuk yang disubsidi.

“Jadi, dari awalnya tujuh jenis pupuk, tinggal menjadi dua jenis pupuk yang bersubsidi, yakni pupuk Urea dan NPK (Notrogen, Pospat, Kalium). Dan itu juga berlaku pada tahun 2023,” ujar Mat Sunardi. Rabu,(28/09/2022).

Ia juga menjelaskan, kebutuhan dan jenis pupuk yang paling banyak digunakan oleh para petani di Kabupaten Boltim adalah pupuk urea dan NPK. Sehingga pihaknya tak tanggung-tanggung mengusulkan permintaan hingga diatas 42.000 ton pupuk setiap tahunnya.

Namun begitu ia mengaku usulan permintaan tersebut sering tidak dapat terpenuhi. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, termasuk kuota terbatas dan pembagian ke sejumlah wilayah Kabupaten dan Kota se-Sulut.

“Sebenarnya berdasarkan usulan, kami melakukan permintahan tidak pernah kurang, selalu diatas 42.000 ton pertahun. Tapi yang diterima tidak sampai 1.500 ton. Ini juga disebabkan kuota terbatas dan pembagian ke 15 kabupaten kota se-Sulut. Selain itu, juga dikarenakan kemampuan keuangan Negara,” terangnya.

Lanjutnya, meski begitu ia tak menampik bahwa keberadaan pupuk non subsidi di lapangan masih terus tersedia. Akan tetapi harganya tentu lebih mahal. Untuk hal ini, dia mengaku pihaknya pernah memberikan usulan ke Pemerintah Pusat terkait ketimpangan harga pupuk yang terlalu jauh perbandingannya.

“Non subsidi ada di lapangan, cuma harganya mahal. Subsidi seperti satu karung Urea kan hanya 112 ribu, sementara yang Non subsidi itu harganya hampir 600 ribu per karung. Timpang sekali kan. Kami sudah mengusulkan ke pusat, jangan terlalu timpang harga pupuk subsidi dan non subsidi. Katakanlah subsidi bisa dikisaran 200 hingga 300 ribu dan non subsidi bisa dikisaran 600 ribu, sehingga para petani tidak mengejar barang yang disubsidi itu,” tutupnya.(*)

       Gunawan S.Mamonto

Berita Terkait

Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Pakpahan Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Program Jumat Keliling
Kasat Resnarkoba Polres Boltim Harun Pangalima Serahkan Empat Tersangka dan Barang Bukti ke JPU Kejari Kotamobagu
Balik Rencana Penutupan Tambang Sungai Paret, Ada Air Mata Warga yang Berjuang untuk Hidup
Kasat Reskrim Boltim Iptu Steven Leonard Rumapea Ucapkan Selamat HUT ke-50 Kapolres
Didukung LAKRI, Serfi Kaat Semakin kuat  Maju dalam Pilkades Kotabunan Selatan
PT ASA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting di Desa Lingkar Tambang
Dukungan Menguat, Serfi Kaat  Bakal Menang 100 persen di Kotabunan Selatan
PT ASA, Warga kecamatan Kotabunan Bisa Akses Dokter Spesialis Gratis

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Kapolres Boltim Golfried Hasiholan Pakpahan Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Program Jumat Keliling

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:31 WITA

Kasat Resnarkoba Polres Boltim Harun Pangalima Serahkan Empat Tersangka dan Barang Bukti ke JPU Kejari Kotamobagu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:46 WITA

Balik Rencana Penutupan Tambang Sungai Paret, Ada Air Mata Warga yang Berjuang untuk Hidup

Selasa, 29 September 2026 - 00:31 WITA

Didukung LAKRI, Serfi Kaat Semakin kuat  Maju dalam Pilkades Kotabunan Selatan

Jumat, 25 September 2026 - 00:21 WITA

PT ASA Perkuat Kapasitas Kader Posyandu, Dorong Pencegahan Stunting di Desa Lingkar Tambang

Berita Terbaru