GMediaPost.com,BOLTIM Sulawesi Utara -Laut pagi itu tampak lebih tenang dari biasanya. Langit membiru kelabu, seolah turut berkabung, menyambut langkah-langkah tegap para anggota Polres Bolaang Mongondow Timur. Perlahan, mereka berjalan menyusuri pasir menuju bibir Pantai Cinta, Desa Tombolikat Selatan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.
Mereka datang bukan sekadar untuk mengikuti upacara. Mereka datang untuk mengenang. Mendoakan. Menghormati.
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Boltim menggelar upacara tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan Kepolisian yang telah gugur dalam tugas menjaga negeri. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, S.H., M.Si., M.Mar.Eng., pada Selasa pagi, 24 Juni 2025.
Di bawah cahaya matahari yang mulai meninggi, para peserta berdiri dalam diam. Wajah mereka penuh haru. Ketika bunga-bunga perlahan dilarung ke laut, banyak yang menunduk, menyeka air mata. Bunga-bunga itu melayang tenang di atas ombak, seakan membawa doa-doa sunyi dan kenangan abadi yang tak akan pernah tenggelam.
“Ini bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah pergi. Ini adalah janji kami untuk melanjutkan perjuangan mereka menjaga rakyat, menjaga Indonesia,” ucap AKBP Golfried dalam sambutannya, dengan suara yang nyaris bergetar.
Suasana hening menyelimuti pantai. Tak ada suara lain kecuali debur ombak yang bergulung perlahan seolah menjadi nyanyian alam bagi jiwa-jiwa yang telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Di tengah derasnya arus waktu, upacara ini menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tak pernah mati. Ia hidup dalam semangat, dalam kenangan, dan dalam setiap langkah tegap para generasi penerus.
Hari itu, Pantai Cinta bukan sekadar nama. Ia menjadi altar alam tempat laut menyimpan air mata para penjaga bangsa.
Upacara ini turut dihadiri oleh seluruh Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres Bolaang Mongondow Timur, yang bersama-sama menundukkan kepala dalam satu doa untuk para pahlawan yang telah lebih dulu pergi.
(Gunawan)
























